Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia Tetap Terjaga

0
51
Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia Tetap Terjaga
Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia Tetap Terjaga (Foto/Kemenpar)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia kembali terlihat hingga Mei 2026 dengan sejumlah indikator yang menunjukkan tren menggembirakan. Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara, meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara, serta membaiknya tingkat hunian hotel menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata tetap mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai strategi pengembangan destinasi dan promosi wisata mulai memberikan hasil nyata. Selain mendorong aktivitas ekonomi, sektor ini juga terus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pergerakan wisatawan domestik masih menjadi tulang punggung industri pariwisata nasional. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing juga terus bertambah sehingga memperkuat kinerja sektor pariwisata sepanjang tahun ini.

Menurutnya, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia mencerminkan daya tahan industri yang tetap solid. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pariwisata masih menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional.

PT Mitra Mortar indonesia

Kunjungan Wisatawan Asing dan Domestik Sama-Sama Menguat

Berdasarkan data Kemenpar, jumlah wisatawan mancanegara pada Mei 2026 mencapai sekitar 1,38 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,31 juta kunjungan.

Secara akumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, Indonesia menerima sekitar 6,07 juta kunjungan wisatawan asing atau naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan terbesar berasal dari kawasan Asia Tenggara, disusul Timur Tengah, Asia lainnya, Oseania, Afrika, dan Amerika. Sementara itu, pasar Eropa mengalami penurunan akibat ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Kemenpar menilai hasil tersebut tidak terlepas dari strategi memperkuat pasar wisata jarak dekat dan menengah, tanpa mengabaikan pasar jarak jauh yang memiliki kontribusi belanja wisatawan lebih tinggi.

Wisata Nusantara Jadi Penopang Pertumbuhan

Selain kunjungan wisatawan asing, Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia juga ditopang meningkatnya mobilitas wisatawan nusantara. Sepanjang Mei 2026 tercatat sekitar 106,16 juta perjalanan domestik, naik 8,69 persen dibandingkan Mei tahun lalu.

Selama lima bulan pertama 2026, total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau tumbuh 2,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Momentum libur nasional dan cuti bersama dinilai menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya aktivitas wisata di dalam negeri.

Di sisi lain, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri justru mengalami penurunan. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut jumlah perjalanan wisata ke luar negeri pada Mei 2026 turun sekitar 6,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memilih berlibur di destinasi domestik.

Kemenpar optimistis Pertumbuhan Positif Pariwisata Indonesia dapat terus berlanjut sepanjang 2026. Dukungan terhadap destinasi wisata, promosi yang lebih agresif, serta meningkatnya minat masyarakat menjelajahi berbagai daerah diyakini akan semakin memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan