
Layanan Penerbangan AirAsia untuk rute langsung Jakarta-Singapura akan resmi dihentikan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi maskapai dalam menata kembali jaringan penerbangannya agar lebih efisien di tengah meningkatnya biaya operasional, termasuk lonjakan harga bahan bakar pesawat akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Mulai awal Juli, penumpang yang hendak bepergian dari Jakarta ke Singapura menggunakan AirAsia tidak lagi dapat menikmati penerbangan non-stop. Sebagai gantinya, perjalanan akan dilakukan melalui Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir.
Chief Executive Officer AirAsia X Group, Bo Lingam, mengatakan langkah tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap performa sejumlah rute internasional. Menurutnya, kapasitas penerbangan kini akan difokuskan pada jalur yang memiliki permintaan lebih tinggi sehingga operasional maskapai tetap berkelanjutan.
Ia menegaskan penghentian Penerbangan AirAsia di rute Jakarta-Singapura bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Maskapai juga berupaya mengurangi dampak terhadap pelanggan dengan menyediakan layanan transit melalui pusat operasionalnya di Kuala Lumpur maupun hub lainnya.
Selain itu, AirAsia akan terus memantau perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian jadwal apabila diperlukan.
Rute Transit Diprediksi Kurang Kompetitif
Perubahan skema perjalanan membuat durasi penerbangan menjadi jauh lebih lama dibanding sebelumnya. Jika selama ini perjalanan langsung Jakarta-Singapura hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam, kini total waktu tempuh dapat melampaui 10 jam, bergantung pada lamanya transit di Kuala Lumpur.
Di sisi lain, Penerbangan AirAsia masih harus bersaing dengan sejumlah maskapai lain yang tetap mempertahankan layanan langsung pada rute Jakarta-Singapura. Penumpang masih memiliki banyak pilihan penerbangan non-stop dengan jadwal keberangkatan yang beragam setiap harinya.
Analis penerbangan independen Brendan Sobie menilai kondisi tersebut berpotensi membuat layanan transit AirAsia kurang diminati. Menurutnya, ketika alternatif penerbangan langsung masih tersedia dengan harga kompetitif, sebagian besar penumpang cenderung memilih perjalanan yang lebih singkat.
Penghentian rute ini juga mencerminkan berkurangnya aktivitas Indonesia AirAsia di Singapura. Data industri menunjukkan frekuensi Penerbangan AirAsia dari Bandara Changi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari strategi penyesuaian jaringan yang dilakukan perusahaan sebagai respons terhadap perubahan pasar dan tantangan industri penerbangan global.




