Tiket KA Lebaran 2026 Mulai Diburu, Hampir 500 Ribu Kursi Sudah Terpesan

0
103
Tiket KA Lebaran 2026 Mulai Diburu, Hampir 500 Ribu Kursi Sudah Terpesan
Tiket KA Lebaran 2026 Mulai Diburu, Hampir 500 Ribu Kursi Sudah Terpesan (Dok Foto: KAI)
Pojok Bisnis

Arus pemesanan tiket KA lebaran mulai menunjukkan tren meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat minat masyarakat terhadap tiket KA lebaran terus tumbuh sejak penjualan dibuka dengan sistem bertahap H-45 sebelum hari keberangkatan. Skema ini memberi waktu lebih panjang bagi calon penumpang untuk menyusun rencana mudik sekaligus memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel.

KAI menjual tiket perjalanan reguler untuk periode Angkutan Lebaran 2026 secara berjenjang, mencakup jadwal keberangkatan H-3, H-2, H-1, hari H, hingga H+2 Lebaran. Pola penjualan tersebut dirancang agar distribusi penumpang tidak menumpuk pada satu hari tertentu, sekaligus membantu pengaturan operasional di berbagai lintas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, hingga 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, pemesanan perjalanan untuk periode 11–22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket. Pemesanan tiket KA lebaran masih akan bertambah karena penjualan berjalan mengikuti pola H-45 dan belum seluruh tanggal keberangkatan dibuka.

Jika dirinci, keberangkatan H-3 Lebaran pada 18 Maret 2026 sudah terjual 58.430 tiket. Untuk H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, penjualan mencapai 60.577 tiket. Sementara H-1 Lebaran pada 20 Maret 2026 tercatat 47.490 tiket. Adapun keberangkatan tepat di hari Lebaran 21 Maret 2026 sudah terpesan 41.228 tiket dan H+2 Lebaran pada 22 Maret 2026 sebanyak 39.802 tiket.

PT Mitra Mortar indonesia

Tanggal H-3 dan H-2 masih menjadi pilihan favorit penumpang. Meski demikian, KAI menyebut sejumlah jadwal lain masih tersedia sehingga masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan saat mencari tiket KA lebaran.

KAI Siapkan Operasional dan Pengamanan Layanan

KAI menilai sistem penjualan H-45 membuat pergerakan penumpang dapat diprediksi lebih awal. Dengan perencanaan yang lebih matang, perusahaan dapat menyiapkan sarana, awak kereta, serta pengaturan stasiun secara lebih terukur menghadapi lonjakan penumpang.

Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan kereta tambahan yang akan diumumkan setelah proses evaluasi operasional selesai. Pemeriksaan teknis dilakukan secara menyeluruh pada lokomotif dan rangkaian kereta, mulai dari sistem pengereman, kelistrikan, hingga kenyamanan kabin agar siap beroperasi selama masa angkutan Lebaran.

Untuk menjaga ketertiban layanan, sistem penjualan tiket KA lebaran menggunakan identitas resmi penumpang. Satu nomor identitas hanya berlaku untuk satu nama dan satu perjalanan. Proses boarding pun diperkuat dengan teknologi face recognition di sejumlah stasiun besar sehingga mempercepat antrean sekaligus mencegah penyalahgunaan tiket.

KAI juga membatasi transaksi dalam satu kode booking agar tidak terjadi praktik percaloan. Kebijakan ini sekaligus memastikan tiket benar-benar digunakan oleh penumpang yang melakukan perjalanan.

Perusahaan mengimbau masyarakat membeli tiket hanya melalui kanal resmi, yakni aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, maupun mitra agen perjalanan daring yang bekerja sama dengan KAI. Langkah tersebut penting untuk menghindari penipuan yang kerap muncul saat musim mudik.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan