Riot Games Lirik Potensi Besar Ekosistem Esports Indonesia untuk Kompetisi Global

0
1
Riot Games Lirik Potensi Besar Ekosistem Esports Indonesia untuk Kompetisi Global
Riot Games Lirik Potensi Besar Ekosistem Esports Indonesia untuk Kompetisi Global (Foto Turnamen Valorant Esport/David Lee, Flicker)
Pojok Bisnis
Penguatan ekosistem esports di Indonesia kembali mendapat perhatian serius pemerintah setelah Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama strategis dengan perusahaan game global, Riot Games. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat industri game nasional sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis digital bagi generasi muda.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai perkembangan industri game dan esports kini tidak lagi sekadar hiburan semata. Menurutnya, sektor tersebut telah berkembang menjadi bagian penting dalam industri kreatif modern yang melibatkan teknologi, budaya, hingga peluang bisnis digital.

Dalam audiensi bersama jajaran Riot Games di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (14/5/2026), Riefky menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri game dan esports karena didukung komunitas yang terus tumbuh.

“Game saat ini bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan kreativitas, teknologi, budaya, dan ekonomi,” ujar Riefky.

Ia menilai generasi muda Indonesia kini terlibat aktif dalam berbagai lini industri digital. Tidak hanya sebagai pemain game, tetapi juga kreator konten, streamer, caster, penyelenggara turnamen, ilustrator, hingga pengembang game lokal.

PT Mitra Mortar indonesia

Pemerintah Dorong Ekosistem Esports Lebih Kompetitif

Pembahasan antara Kemenekraf dan Riot Games turut menyoroti penguatan ekosistem esports nasional secara menyeluruh. Fokus utamanya mencakup pengembangan talenta digital, peningkatan daya saing tim Indonesia di tingkat internasional, hingga peluang penyelenggaraan turnamen esports berskala regional dan global di Tanah Air.

Pemerintah juga mendorong agar pelaku industri kreatif lokal dapat terlibat dalam berbagai aktivitas Riot Games di Indonesia. Kolaborasi itu mencakup subsektor musik, seni visual, fesyen, ilustrasi, hingga pengembangan intellectual property (IP) lokal.

Menurut Riefky, industri esports memiliki dampak ekonomi yang luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor lain seperti pariwisata, industri hiburan, produksi acara, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi anak muda.

“Esports punya dampak ekonomi yang besar terhadap industri kreatif dan ekonomi digital nasional. Karena itu peluang ini harus dimanfaatkan secara serius,” katanya.

Penguatan ekosistem esports juga akan diarahkan pada pengembangan turnamen berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses kompetisi yang lebih luas bagi pemain muda Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.

Riot Games Sebut Indonesia Pasar Strategis di Asia Pasifik

Dalam pertemuan tersebut, Riot Games menilai Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam perkembangan kompetisi game VALORANT di kawasan Asia Pasifik. Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyebut antusiasme komunitas esports Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Jake Sin, performa tim-tim esports Indonesia juga menunjukkan perkembangan signifikan sehingga dinilai siap tampil lebih kompetitif di level global.

“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas bagi talenta Indonesia menuju panggung internasional,” ujarnya.

Riot Games turut memaparkan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di kawasan Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen khusus Indonesia mulai 2027 mendatang.

Selain itu, ada pula peluang penyelenggaraan turnamen tingkat APAC di Indonesia pada 2028. Kehadiran kompetisi internasional tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem esports sekaligus meningkatkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri game di kawasan Asia Tenggara.

Tak hanya itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan kolaborasi dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum tersebut akan menghadirkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor game dan konten digital.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan