Pertumbuhan Startup Meningkat, Pemerintah Pertegas Dukungan terhadap Ekosistem Creative Tech

0
70
(Dok Foto: Kemenekraf)
Pojok Bisnis

Kementerian Ekonomi Kreatif sedang memperkuat Ekosistem Creative Tech nasional dengan membuka ruang dialog bersama East Ventures, salah satu perusahaan modal ventura yang aktif berinvestasi di sektor teknologi Indonesia. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan investor swasta menjadi langkah penting untuk menjaga geliat investasi di tengah perlambatan ekonomi global. Ia menilai penguatan Ekosistem Creative Tech harus dibangun dari daerah, dengan mendorong inovasi berbasis kekayaan intelektual.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (9/1/2026), Teuku Riefky menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan daya dorong yang signifikan bagi perekonomian nasional. Kolaborasi lintas pelaku industri, menurutnya, menjadi kunci agar potensi tersebut dapat tumbuh lebih cepat dan merata. “Ekonomi kreatif dapat menjadi mesin pertumbuhan baru jika ditopang kerja sama yang konsisten antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor,” ujarnya.

Penguatan Pendanaan dan Pengembangan Talenta Digital

Pertemuan tersebut juga menjadi lanjutan dari program dana ekonomi kreatif yang selama ini difokuskan pada perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku industri. Selain itu, audiensi bersama East Ventures menjadi tindak lanjut dari program Ekraf Tech Innovation Challenge yang difokuskan pada pengembangan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas talenta kreatif.

Menteri Riefky menekankan pentingnya peran modal ventura dalam memperkuat subsektor berbasis teknologi. Ia menilai kehadiran investor seperti East Ventures tidak hanya membawa modal, tetapi juga membuka akses jaringan dan mempercepat penguatan Ekosistem Creative Tech di Indonesia. “Kolaborasi hexahelix diperlukan agar inovasi teknologi dan karya kreatif dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

PT Mitra Mortar indonesia

Dari pihak East Ventures, Partner Melisa Irene menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi pasar terbesar dalam portofolio investasi mereka. Saat ini, dari lebih dari 300 perusahaan yang mendapatkan pendanaan East Ventures, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari Indonesia, sedangkan sisanya berada di Singapura dan sejumlah negara ASEAN.

Melisa menuturkan bahwa potensi pasar domestik masih sangat besar, mengingat jumlah populasi mencapai sekitar 284 juta jiwa dan tingkat penetrasi internet telah berada di kisaran 80,6 persen. Kondisi tersebut membuat pasar digital Indonesia terus berkembang, khususnya di sektor e-commerce, fintech, hingga layanan aplikasi berbasis kebutuhan harian.

Kontribusi startup lokal juga tercatat signifikan. Ekosistem layanan on-demand di Indonesia telah menyerap sekitar 588 ribu tenaga kerja dan menambah pendapatan rumah tangga hingga Rp33,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan peran ekonomi kreatif digital sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

Peluang pertumbuhan semakin terbuka dengan meningkatnya minat investor pada sektor kecerdasan buatan. Pada 2024, investasi di startup AI tercatat mencapai sekitar US$542,9 juta. Pemerintah menyebut tren ini sebagai sinyal positif dari tumbuhnya ekosistem inovasi yang lebih matang, seiring dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam memperkuat fondasi riset, pendanaan, serta pengembangan talenta.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan