
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) kembali menegaskan komitmennya menjadikan industri game sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kreatif nasional. Melalui program Gameseed 2025, pemerintah berupaya memperkuat kapasitas talenta muda di bidang pengembangan game sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor digital yang terus tumbuh pesat.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, Gameseed 2025 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mencetak pengembang gim profesional yang mampu bersaing di pasar global. “Program ini adalah langkah nyata untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru. Selain menghibur, gim juga bisa menjadi medium edukasi, promosi budaya, dan pencipta lapangan kerja,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi, Kamis (23/10/2025).
Mencetak Generasi Baru Pengembang Game di Indonesia
Memasuki tahun ketiganya, Gameseed 2025 dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan. Rangkaian kegiatannya meliputi roadshow di berbagai daerah sejak Mei 2025, martikulasi, game jam, kurasi, hingga sesi inkubasi dan final pitching. Dalam sesi akhir tersebut, para finalis mempresentasikan karya gim mereka di hadapan dewan juri, dengan tiga tim terbaik dari tiap kategori akan dinobatkan sebagai pemenang.
Acara final tersebut disiarkan secara daring dan berhasil menarik lebih dari 2.500 penonton. Angka itu menunjukkan besarnya minat publik terhadap perkembangan industri game lokal, sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi kreatif di sektor digital.
Gameseed juga menjadi gerbang bagi para pengembang muda untuk mengenal ekosistem industri gim di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun teknologi. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Game Indonesia (AGI), dan sejumlah mitra industri seperti Tencent, Nuon Digital Indonesia, serta Google.
Mendorong Kolaborasi dan Kemandirian Industri Game
Presiden AGI, Shafiq Husein, menilai Gameseed 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional. Tahun ini, ajang tersebut memperebutkan total hadiah Rp102 juta sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan inovasi para pengembang lokal.
“Dukungan dari pemerintah dan mitra industri menjadi kunci agar talenta Indonesia terus berkembang dan memiliki ruang untuk berkontribusi di industri gim. Kami berharap program ini melahirkan generasi baru kreator dan studio gim muda yang memperkaya identitas gim Indonesia,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Country Head Level Infinite Indonesia, Tencent, Agung Chaniago. Menurutnya, dukungan pemerintah memberi kepercayaan diri bagi peserta untuk mengembangkan potensi mereka. “Gameseed membuka akses agar pengembang lokal bisa dikenal secara global. Mereka juga mendapat bimbingan langsung dari pelaku industri, yang sangat berharga untuk memahami pasar dan strategi pengembangan gim,” tutur Agung.
Sementara itu, Program Manager AGI sekaligus Program Lead Gameseed 2025, Calvin Mona Sandehang, menambahkan bahwa kualitas peserta tahun ini meningkat signifikan. “Jumlah peserta mencapai 1.620 orang, dan banyak di antaranya menunjukkan kemajuan besar dari segi desain maupun teknis. Ini bukti nyata bahwa ekosistem industri gim Indonesia semakin matang,” kata Calvin.
Ia berharap keberlanjutan program ini dapat terus menginspirasi lebih banyak talenta muda untuk terjun ke dunia pengembangan gim. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, Gameseed diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya industri gim nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.




