Influencer Alfi Siregar Bicara tentang Transaksi Dompet Digital

(Dok: instagram @akfisrg)

Jakarta – Influencer Alfi Siregar kembali didapuk menjadi key opinion leader dalam program literasi digital nasional sektor pendidikan Sumatra bagi guru dan siswa di Medan, Sumatra Utara.

Webinar yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini diselenggarakan, Sabtu (24/9) dan menyerap 3.600 peserta.

Tampil sebagai pembicara terakhir, pesohor dengan 67 ribuan pengikut di Instagram ini mengusung tema “Kecakapan Digital.” Alfi Siregar mengulas betapa kecanggihan teknologi mengubah gaya hidup masyarakat.

“Digitalisasi memengaruhi seluruh aspek kehidupan dari cara berkomunikasi hingga transaksi,” kata Alfi Siregar. Karenanya, masyarakat perlu beradaptasi secara luwes dengan perangkat digital.

“Kecakapan digital dapat dicapai dengan memahami ragam perangkat lunak yang menyusun lanskap digital, mengoptimalkan penggunaan perangkat lunak, cakap dalam mesin pencarian informasi,” urainya.

Era digital membuat beragam informasi lebih mudah diakses. Alfi Siregar mengingatkan masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat di jagat maya termasuk medsos.

“Karenanya sangat penting untuk memverifikasi informasi. Yang akan bertransaksi di jagat maya juga mesti mengenal ekosistem transaksi dompet digital, lokapasar, dan bertransaksi digital dengan baik,” Alfi Siregar mengingatkan.

Melansir laporan HootSuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia 202,6 juta jiwa pada awal 2021 atau meningkat 15,5 persen jika dibandingkan dengan awal 2020. Dirjen Aptika Kementerian Kominfo RI, Semuel Abrijani Pengerapan, menyuarakan sebuah pesan penting.

Alfi Siregar jadi key opinion leader program literasi digital nasional sektor pendidikan Sumatra bagi guru dan siswa di Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini.

“Peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” cetus Semuel Abrijani Pengerapan, dalam sambutannya.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Jhonny G. Plate menambahkan, webinar bertema “Pahami dan Cermati Etika di Media Sosial” ini menyosialisasikan empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan, etika, budaya, dan keamanan digital.

“Ini penting dilakukan. Kita tidak boleh meninggalkan seorang pun untuk merasakan manfaat transformasi digital nasional. Mari berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan literasi digital menuju Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” tutur Jhonny G. Plate.

Artikel SebelumnyaDoktor Mediotomo Diharapkan Jadi Anggota RRB ITU Region E
Artikel SelanjutnyaGus Miftah Luncurkan Produk Parfum