Antisipasi Musim Kemarau, Bapanas Optimistis Stok Pangan Cukup hingga Tahun Depan

0
44
Antisipasi Musim Kemarau, Bapanas Optimistis Stok Pangan Cukup hingga Tahun Depan
Antisipasi Musim Kemarau, Bapanas Optimistis Stok Pangan Cukup hingga Tahun Depan (Dok Foto: Bapanas)
Pojok Bisnis

Antisipasi Musim Kemarau menjadi fokus pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2026. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan berbagai langkah telah disiapkan sejak dini, mulai dari penguatan produksi hingga penambahan cadangan pangan agar pasokan tetap aman di tengah perubahan cuaca.

Langkah tersebut dinilai penting setelah sejumlah lembaga internasional melaporkan mulai munculnya dampak El Nino di kawasan Papua Nugini. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung antara Juli hingga September 2026.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah telah menyusun berbagai strategi untuk menghadapi kemungkinan penurunan produksi di sejumlah wilayah. Salah satunya dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, stok pangan yang dimiliki pemerintah saat ini berada dalam kondisi memadai sehingga dapat dimanfaatkan apabila terjadi gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.

PT Mitra Mortar indonesia

Antisipasi Musim Kemarau Dilakukan Lewat Penguatan Produksi

Sarwo Edhy menjelaskan pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BMKG guna memantau perkembangan cuaca sekaligus memberikan informasi kepada petani mengenai pola tanam yang sesuai dengan kondisi iklim.

Hingga pertengahan tahun, dampak El Nino disebut belum memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas pertanian nasional. Kondisi cuaca yang masih relatif normal membuat proses tanam dan produksi pangan tetap berjalan sesuai target.

Data Proyeksi Neraca Pangan menunjukkan produksi beras sepanjang semester pertama 2026 diperkirakan mencapai sekitar 19,2 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi nasional pada periode yang sama yang diperkirakan mencapai 15,4 juta ton.

Surplus produksi sekitar 3,7 juta ton kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah melalui penyerapan hasil panen petani oleh Perum Bulog.

Stok Beras Dinilai Mampu Hadapi El Nino

Sebagai bagian dari Antisipasi Musim Kemarau, pemerintah juga terus menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah kepada masyarakat melalui berbagai program bantuan dan stabilisasi pasokan.

Hingga akhir Juni 2026, penyerapan beras oleh Bulog telah mencapai sekitar 3,2 juta ton. Sementara realisasi distribusi cadangan beras kepada masyarakat telah melampaui 1 juta ton melalui berbagai program pemerintah.

Di sisi lain, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih berada pada kisaran 5,17 juta ton. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan apabila dampak El Nino semakin terasa pada beberapa bulan mendatang.

Pemerintah optimistis Antisipasi Musim Kemarau yang telah dilakukan sejak awal tahun mampu menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan produksi yang tetap tumbuh dan cadangan beras yang kuat, Antisipasi Musim Kemarau diharapkan mampu memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga tahun depan.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan