Top Mortar tkdn
Home Bisnis Jelang Ramadhan, Pemkot Malang Antisipasi Peningkatan Konsumsi Beras hingga 25%

Jelang Ramadhan, Pemkot Malang Antisipasi Peningkatan Konsumsi Beras hingga 25%

0
Jelang Ramadhan, Pemkot Malang Antisipasi Peningkatan Konsumsi Beras hingga 25% (Dok Foto, Sumber: ANTARA)

Pemerintah Kota Malang mulai memperkuat langkah pengendalian pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan konsumsi beras yang diperkirakan naik cukup tajam saat memasuki bulan puasa. Pemerintah daerah menilai lonjakan permintaan ini perlu diantisipasi sejak awal agar harga tetap terkendali dan ketersediaan di pasar terjaga.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali diintensifkan selama Ramadhan. Program tersebut difokuskan untuk memudahkan warga memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Menurutnya, pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa berbeda dibanding hari biasa. Aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka membuat kebutuhan bahan pangan meningkat, ditambah tradisi masyarakat seperti megengan yang turut mendorong permintaan. Kondisi inilah yang memicu peningkatan konsumsi beras hingga diproyeksikan mencapai sekitar 25 persen lebih tinggi dari rata-rata harian.

Data Dispangtan menunjukkan kebutuhan beras warga Kota Malang mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun. Dengan perhitungan tersebut, kebutuhan bulanan berada di kisaran 5.000 ton. Saat ini stok beras di pasar masih cukup besar, tercatat sekitar 75 ribu ton lebih, sehingga pemerintah menilai pasokan relatif aman.

Koordinasi juga dilakukan bersama Perum Bulog. Cadangan beras pemerintah yang tersedia di gudang Bulog mencapai sekitar 500 ton dan diperkirakan mampu menopang kebutuhan masyarakat selama berbulan-bulan. Pemerintah kota juga menjalin komunikasi dengan sejumlah daerah penghasil beras di Jawa Timur untuk menjaga kelancaran distribusi apabila permintaan meningkat drastis.

GPM Didorong Jaga Harga Tetap Stabil

Program GPM menjadi instrumen utama pemerintah daerah untuk meredam gejolak harga. Melalui kegiatan ini, beras dijual langsung ke masyarakat dengan harga mengacu pada ketentuan pusat. Pemerintah mengingatkan pedagang agar mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana ditetapkan Badan Pangan Nasional, yakni Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium di wilayah Jawa.

Elfiatur menekankan bahwa pengawasan juga melibatkan pelaku usaha agar tidak terjadi penjualan di atas batas harga. Langkah ini penting karena peningkatan konsumsi beras biasanya memicu spekulasi harga di tingkat pengecer, terutama menjelang puncak Ramadhan hingga sepekan setelah Idulfitri.

Pemkot Malang berharap keberadaan GPM mampu menahan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah memperkirakan tren peningkatan konsumsi beras akan berlangsung sampai periode H+7 Lebaran, sehingga intervensi pasar harus dilakukan secara konsisten.

Dengan ketersediaan stok, dukungan Bulog, dan distribusi dari daerah sentra produksi, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Selain menjaga stabilitas harga, upaya tersebut juga diharapkan dapat memastikan peningkatan konsumsi beras tidak berujung pada kelangkaan komoditas di tingkat konsumen.

Exit mobile version