Jelang Nataru, Harga Pangan Sejumlah Komoditas Strategis Alami Kenaikan

0
68
Jelang Nataru, Harga Pangan Sejumlah Komoditas Strategis Alami Kenaikan
Jelang Nataru, Harga Pangan Sejumlah Komoditas Strategis Alami Kenaikan (Foto Ilustrasi/PxHere)
Pojok Bisnis

Pemantauan harga pangan jelang Nataru kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan di tingkat pedagang eceran, terutama pada kelompok cabai dan telur.

Berdasarkan data PIHPS yang dirilis di Jakarta, Selasa (23/12/2025), harga cabai rawit merah tercatat menembus Rp73.850 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras berada di kisaran Rp33.000 per kilogram. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan permintaan yang lazim terjadi pada periode harga pangan jelang Nataru, ketika konsumsi rumah tangga dan kebutuhan perayaan cenderung meningkat.

Selain cabai rawit merah, harga bawang merah secara nasional tercatat Rp52.650 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual Rp40.000 per kilogram. Kenaikan pada komoditas hortikultura ini umumnya dipengaruhi oleh faktor distribusi dan cuaca, yang kerap berdampak pada pasokan di tingkat pasar tradisional.

Perkembangan Harga Beras dan Komoditas Pokok

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat pergerakan harga yang relatif stabil meskipun berada pada level yang bervariasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.400 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.350 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.800 per kilogram.

PT Mitra Mortar indonesia

Sementara itu, beras kualitas super I berada di harga Rp17.100 per kilogram dan kualitas super II Rp16.650 per kilogram. Stabilitas harga beras dinilai cukup membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah dinamika harga pangan jelang Nataru yang terjadi pada komoditas lainnya.

Selain beras, PIHPS juga mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp19.750 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp18.200 per kilogram. Harga-harga tersebut masih berada dalam kisaran yang terpantau, meskipun tetap memerlukan pengawasan jelang puncak konsumsi akhir tahun.

Cabai, Daging, dan Minyak Goreng Masih Jadi Perhatian

Pada kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar tercatat Rp52.200 per kilogram, cabai merah keriting Rp56.100 per kilogram, serta cabai rawit hijau mencapai Rp62.000 per kilogram. Lonjakan harga cabai menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan harga pangan jelang Nataru, mengingat komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.

Untuk protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp41.600 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I tercatat Rp141.850 per kilogram dan kualitas II Rp133.950 per kilogram. Harga daging sapi umumnya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan seiring meningkatnya konsumsi.

Adapun minyak goreng curah tercatat dijual Rp18.850 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, tipe I berada di harga Rp22.500 per liter dan tipe II Rp21.550 per liter. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau pergerakan harga tersebut guna memastikan pasokan tetap lancar.

Melalui PIHPS, Bank Indonesia secara rutin menyajikan data harga pangan jelang Nataru sebagai referensi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas pasokan. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi periode libur akhir tahun dengan kondisi harga yang lebih terkendali.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan