Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Stok Telur Ayam nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Antisipasi terhadap potensi lonjakan konsumsi telah disiapkan melalui perencanaan pasokan dan penguatan distribusi, sehingga stabilitas ketersediaan dan harga pangan strategis tetap terjaga.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan bahwa telur ayam menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, Stok Telur Ayam saat ini berada pada level yang cukup untuk menjawab peningkatan permintaan yang lazim terjadi pada momen Nataru.
“Dari sisi ketersediaan, telur ayam aman dan cukup. Setiap perayaan hari besar keagamaan biasanya memang diikuti kenaikan kebutuhan pangan. Pada momen Nataru, telur menjadi salah satu komoditas yang banyak dibeli masyarakat karena digunakan untuk berbagai olahan, termasuk kue. Namun kondisi stok nasional saat ini masih sangat terkendali,” ujar Maino dalam dialog di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, faktor libur sekolah juga ikut mendorong peningkatan konsumsi pangan rumah tangga. Meski demikian, lonjakan permintaan saat Nataru dinilai tidak sebesar pada periode Ramadan dan Idulfitri. Dengan perhitungan tersebut, pemerintah optimistis Stok Telur Ayam tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa memicu tekanan pasokan.
Proyeksi Produksi dan Neraca Telur Ayam Nasional
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Telur Ayam Ras yang disusun Bapanas bersama para pemangku kepentingan, produksi telur ayam ras sepanjang Desember 2025 diperkirakan mencapai 544,4 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bulanan masyarakat.
Jika ditambahkan dengan carry over stock dari November sebesar 111,1 ribu ton, total ketersediaan telur ayam pada Desember 2025 diproyeksikan mencapai 655,5 ribu ton. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi telur ayam pada bulan yang sama diperkirakan meningkat sekitar 7,9 persen dibandingkan November, menjadi sekitar 581 ribu ton. Proyeksi ini telah mencakup kebutuhan rumah tangga, non-rumah tangga, serta kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dengan selisih antara ketersediaan dan kebutuhan tersebut, neraca telur ayam nasional masih berada dalam kondisi surplus. Bahkan, Stok Telur Ayam hingga akhir tahun 2025 diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Bapanas memproyeksikan stok akhir tahun 2025 mencapai 74,5 ribu ton, melonjak dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di kisaran 29,3 ribu ton.
Maino menegaskan bahwa pemerintah daerah juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah masing-masing. Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan stok dan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen. Selain itu, pemerintah menyiapkan program bantuan distribusi guna mengalirkan pasokan dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan.
“Kami memastikan mekanisme distribusi berjalan optimal agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang. Arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman jelas, pangan harus tersedia, cukup, dan harganya tetap terjangkau,” kata Maino.





