Dorong Pola Kemitraan, Pemerintah Pastikan Ritel Modern Tidak Ancam UMKM!

0
123
Dorong Pola Kemitraan, Pemerintah Pastikan Ritel Modern Tidak Ancam UMKM!
Dorong Pola Kemitraan, Pemerintah Pastikan Ritel Modern Tidak Ancam UMKM! (Foto Ilustrasi Ritel Modern, Foto: CNBC Indonesia)
Pojok Bisnis

Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa kehadiran Ritel Modern di Indonesia tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melainkan justru menjadi mitra strategis yang dapat tumbuh bersama. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut, pola kemitraan antara ritel modern dan toko kelontong diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan nasional di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian dinamis.

“Ritel modern bukan ancaman bagi usaha kecil, tapi justru bisa menjadi mitra. Pola kemitraan ini memungkinkan toko kelontong mendapatkan pasokan produk dengan harga yang lebih kompetitif dan terjamin ketersediaannya,” ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Ritel Modern Didorong Jadi Mitra Toko Kelontong

Menurut Budi, isu mengenai dominasi Ritel Modern terhadap toko tradisional bukan hal baru. Namun, dengan model kerja sama yang tepat, keberadaan jaringan ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart justru bisa memperkuat posisi pedagang kecil di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, ritel modern dapat memasok berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sementara toko kelontong menjadi perpanjangan tangan dalam mendistribusikan produk ke masyarakat di wilayah permukiman atau daerah pelosok.

PT Mitra Mortar indonesia

“Pola ini bukan hanya soal distribusi barang, tapi juga pembinaan. Ritel besar bisa berbagi pengalaman dalam manajemen usaha, pencatatan keuangan, hingga strategi pemasaran agar toko-toko kecil lebih efisien dan berdaya saing,” jelasnya.

Selain memperkuat jaringan pasokan, Kemendag juga berencana memberikan pelatihan digital kepada pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka beradaptasi dengan perubahan tren belanja masyarakat yang kini banyak beralih ke platform daring.

“Kita tidak hanya fokus pada kerja sama dengan ritel modern. Kami juga mendorong pelaku UMKM dan pasar rakyat agar melek digital dan bisa berjualan secara online,” tambah Budi.

Isu Persaingan dan Perlindungan UMKM

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti ekspansi besar-besaran jaringan Ritel Modern hingga ke tingkat pedesaan. Menurutnya, kehadiran jaringan besar seperti Indomaret dan Alfamart berpotensi menekan ruang gerak pelaku UMKM lokal yang belum siap bersaing secara langsung.

“Ritel raksasa yang masuk sampai ke kampung bisa mengancam ekonomi rakyat, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada penjualan harian,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kemendag menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan sistem perdagangan yang adil dan inklusif. Upaya sinergi dengan pelaku ritel besar diharapkan dapat membuka peluang baru bagi toko kecil untuk berkembang, tanpa kehilangan identitas lokalnya.

“Yang penting bukan siapa yang besar atau kecil, tapi bagaimana semua pelaku usaha bisa hidup berdampingan dengan sehat dan saling menguntungkan,” tutup Budi.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan