Pemerintah Pastikan Program SPHP Aktif Sepanjang Tahun, Petani dan Konsumen Sama-Sama Diuntungkan

0
112
Pemerintah Pastikan Program SPHP Aktif Sepanjang Tahun, Petani dan Konsumen Sama-Sama Diuntungkan
Pemerintah Pastikan Program SPHP Aktif Sepanjang Tahun, Petani dan Konsumen Sama-Sama Diuntungkan (Dok Foto: Bapanas)
Pojok Bisnis

Program SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan terus menjadi andalan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga beras di seluruh Indonesia. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Program SPHP akan dijalankan secara konsisten sepanjang tahun dengan pendekatan yang terukur dan adaptif, menyesuaikan kebutuhan di tiap daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Amran, Program SPHP tidak boleh terhenti karena berperan penting sebagai instrumen pengendali harga sekaligus pengaman pasokan pangan nasional. “Program SPHP akan terus berjalan, tidak boleh berhenti. Kami jalankan sepanjang tahun dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat. Pola distribusinya disesuaikan dengan kondisi tiap wilayah agar tepat sasaran,” ujar Amran dalam keterangan pers di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025).

Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menyeimbangkan pasokan dari hulu ke hilir. Saat wilayah produsen tengah memasuki masa panen raya, SPHP akan difokuskan ke daerah nonprodusen seperti kota besar dan wilayah pegunungan yang pasokan lokalnya terbatas.

Distribusi Terukur dan Perlindungan Harga Petani

“Strateginya jelas, ketika puncak panen berlangsung di Maret, April, dan Mei, maka SPHP akan diarahkan ke daerah-daerah nonprodusen. Dengan begitu, harga bisa tetap stabil di semua daerah tanpa merugikan petani,” papar Amran.

PT Mitra Mortar indonesia

Ia menambahkan, sistem distribusi beras SPHP ini dikawal dengan pemantauan harga harian yang dilakukan Bapanas bersama lembaga terkait. Melalui kolaborasi lintas instansi, data ketersediaan dan pergerakan harga beras dapat dipantau secara real time, sehingga keputusan penyaluran SPHP bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.

Selain menjaga stabilitas di tingkat konsumen, SPHP juga menjadi instrumen penting dalam melindungi petani. Dengan distribusi yang diatur berdasarkan musim tanam dan panen, pemerintah berupaya mencegah jatuhnya harga gabah di tingkat petani saat panen raya.

“Kita harus menjaga keseimbangan dua sisi, petani tetap mendapatkan harga yang layak, sementara konsumen tidak terbebani harga tinggi. Fungsi SPHP adalah menjaga stabilitas nasional agar semua pihak diuntungkan,” tegas Amran.

Program SPHP Didukung Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional

Keberhasilan Program SPHP tak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya swasembada pangan. Menurut Amran, produksi beras nasional tahun ini naik signifikan, mencapai 13,54 persen menjadi 34,77 juta ton, sementara stok nasional kini menembus 3,8 juta ton.

Dengan cadangan yang kuat dan program stabilisasi yang aktif di lapangan, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh. “Kita punya produksi yang meningkat, stok yang cukup, dan SPHP yang bekerja efektif di lapangan,” pungkas Amran dengan nada optimis.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan