Konsumen Bisa Miliki Apartemen Defontein via KPA BCA

Apartemen Defontain kerjasama dengan BCA

 

Pengembang apartemen Defontein yakni PT Bangun Inti Artha, yang merupakan konsorsium Pikko Group dengan Wijaya Wisesa Realty, menjalin kerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk.

Penandatanganan kerjasama Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) BCA untuk apartemen Defontein dihadiri Direktur PT Bangun Inti Artha Hendry Leo dan Direktur Wesley Wijaya, Executive Vice President of Consumer Loan Division BCA Felicia Mathilda Simon, Direktur Pikko Group Sicilia Alexander Setiawan dan Direktur Elizabeth Jane.

Apartemen Defontein mengusung konsep klasik kolonial dengan sentuhan modern, disesuaikan dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng. Didesain oleh SHS & Associate.

Sammy Hendramianto Syamsulhadi, Chairman SHS & Associate, pakar desain interior nasional yang banyak menghasilkan karya masterpiece mengatakan, konsep desain yang dikembangkan untuk apartemen Defontein adalah konsep kolonial klasik dengan kreasi artistik yang elegan.

Dalam menata desain interior apartemen mewah ini, Sammy membaginya dalam dua konsep. Pertama, untuk tiga kamar (3 BR) dengan konsep modern klasik yang ditunjukkan melalui dominasi warna putih yang menjadi identitas konsep klasik kolonial. Kemudian, diperkaya dengan rancangan profilan yang khas pada dinding dan tiangnya.

“Desain interior klasik kolonial identik dengan nuansa dekoratif dengan ornamen-ornamen historis. Gaya ini memiliki kesan menarik dengan tampilan megah dan elegan,” ujarnya.

Sedangkan tipe dua kamar (2 BR) menggunakan konsep modern kontemporer di mana sentuhan profilan di dinding dan dominasi unsur warna putihnya dikurangi, memberikan statement tersendiri bagi pribadi yang tinggal di dalamnya.

Artikel SebelumnyaKeahlian Yang Perlu Dimiliki Dalam Memulai Sebuah Usaha
Artikel SelanjutnyaTamansari Bintaro Mansion Gelar Topping off Ceremony

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.