Pelaku Industri Berupaya Menahan Harga Minuman Kemasan Meski Biaya Produksi Naik

0
36
Pelaku Industri Berupaya Menahan Harga Minuman Kemasan Meski Biaya Produksi Naik
Pelaku Industri Berupaya Menahan Harga Minuman Kemasan Meski Biaya Produksi Naik (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Kondisi nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri. Salah satu dampak yang diantisipasi adalah kenaikan Harga Minuman Kemasan, terutama jika pelemahan mata uang domestik berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menilai depresiasi rupiah yang kini telah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS dapat meningkatkan biaya produksi. Ketua Umum ASRIM Triyono Prijosoesilo mengatakan nilai tukar rupiah telah melemah sekitar 9 hingga 10 persen dibandingkan posisi awal tahun 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut belum langsung memicu penyesuaian Harga Minuman Kemasan di pasaran. Namun, jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut dan semakin dalam, pelaku industri akan menghadapi tantangan yang lebih berat untuk mempertahankan harga jual produk.

Triyono menjelaskan, hingga saat ini perusahaan masih berusaha menyerap kenaikan biaya yang muncul akibat perubahan kurs. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen tidak langsung merasakan dampak dari gejolak nilai tukar, terlebih di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

PT Mitra Mortar indonesia

Harga Minuman Kemasan Terancam Terdampak Biaya Impor

Industri minuman ringan memiliki ketergantungan terhadap sejumlah bahan baku impor. Ketika rupiah melemah, biaya pembelian bahan baku otomatis meningkat dan berpotensi menambah beban operasional perusahaan. Situasi ini membuat Harga Minuman Kemasan rentan mengalami penyesuaian apabila kondisi kurs tidak segera membaik.

Meski demikian, ASRIM menilai dampak pelemahan rupiah saat ini masih relatif terbatas karena terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Pelaku usaha masih melakukan berbagai strategi efisiensi agar kenaikan biaya produksi tidak langsung dibebankan kepada konsumen.

Di sisi lain, dunia usaha berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar agar iklim bisnis tetap kondusif. Kepastian kurs dinilai sangat penting untuk mendukung perencanaan impor bahan baku, investasi, hingga pengembangan usaha jangka panjang.

Bagi industri minuman, stabilitas rupiah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Jika tekanan terhadap mata uang nasional terus berlanjut, maka potensi kenaikan Harga Minuman Kemasan akan semakin besar dan dapat berdampak pada pasar secara lebih luas.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan