Pengamat Ungkap Penyebab Kenaikan Harga BBM, Lemahnya Rupiah Jadi Sorotan!

0
7
Pengamat Ungkap Penyebab Kenaikan Harga BBM, Lemahnya Rupiah Jadi Sorotan!
Pengamat Ungkap Penyebab Kenaikan Harga BBM, Lemahnya Rupiah Jadi Sorotan! (Foto/Pertamina Patra Niaga)
Pojok Bisnis

Penyebab Kenaikan Harga BBM kembali menjadi sorotan setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang sulit dihindari untuk menjaga stabilitas fiskal dan mengurangi beban keuangan negara.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran, Bonti Wiradinata, mengatakan keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi tidak lepas dari kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tantangan. Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta tingginya harga minyak dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, memang mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak internasional dan kurs rupiah. Ketika kedua indikator tersebut mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup panjang, penyesuaian harga menjadi langkah yang dianggap perlu.

Menurut Bonti, salah satu Penyebab Kenaikan Harga BBM adalah upaya pemerintah menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika harga terus ditahan di bawah nilai keekonomian, beban kompensasi energi berpotensi meningkat dan mengganggu alokasi anggaran untuk sektor prioritas lainnya.

PT Mitra Mortar indonesia

Penyebab Kenaikan Harga BBM Berkaitan dengan Stabilitas Fiskal

Bonti menilai pemerintah sebenarnya telah berupaya menahan kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan tersebut dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, semakin lama penyesuaian ditunda, semakin besar pula tekanan yang harus ditanggung negara maupun badan usaha energi.

Karena itu, Penyebab Kenaikan Harga BBM tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal seperti harga minyak dunia, tetapi juga kebutuhan menjaga keseimbangan fiskal dalam negeri. Langkah ini dinilai penting agar APBN tetap memiliki ruang untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menyatakan pihaknya memahami alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa konsumen juga berhak mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik seiring dengan kenaikan harga.

Rio menilai masyarakat tidak seharusnya hanya menerima penyesuaian tarif tanpa adanya peningkatan manfaat yang nyata. Mulai dari kualitas BBM, keandalan distribusi, ketepatan takaran, hingga pelayanan di SPBU harus menjadi perhatian utama.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan