Menuju Kemarau, Beras Produksi Dalam Negeri Jadi Kunci Ketahanan Pangan

0
83
Menuju Kemarau, Beras Produksi Dalam Negeri Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Menuju Kemarau, Beras Produksi Dalam Negeri Jadi Kunci Ketahanan Pangan (Dok Foto: Bapanas)
Pojok Bisnis

Pemerintah menegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 dengan memperkuat cadangan pangan, terutama melalui optimalisasi penyerapan Beras Produksi Dalam Negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat perubahan cuaca dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa penyerapan beras dari dalam negeri menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun ini. Realisasi serapan bahkan mencatatkan rekor baru dan melampaui capaian periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Amran, hingga akhir Maret 2026, serapan setara beras telah mencapai sekitar 1,3 juta ton. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah pada April, sehingga total serapan berpotensi menembus 2,3 juta ton. Ia optimistis kondisi ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional, terutama dengan semakin kuatnya kontribusi Beras Produksi Dalam Negeri dalam memenuhi kebutuhan cadangan pemerintah.

Lonjakan Serapan Perkuat Cadangan Beras Nasional

Berdasarkan data Bapanas, realisasi penyerapan hingga kuartal pertama 2026 mencapai 1,39 juta ton. Capaian ini melonjak tajam dibandingkan periode Januari–Maret pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2020 serapan hanya berada di kisaran 90,1 ribu ton. Angka tersebut kemudian meningkat bertahap di tahun-tahun berikutnya, namun lonjakan pada 2026 dinilai paling signifikan.

PT Mitra Mortar indonesia

Jika ditarik lebih jauh, tren peningkatan serapan Beras Produksi Dalam Negeri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan akselerasi yang konsisten. Pada periode 2022 hingga 2025, realisasi serapan masing-masing tercatat 64 ribu ton, 94,3 ribu ton, 35 ribu ton, dan 719,3 ribu ton. Lonjakan pada tahun ini memperlihatkan adanya perubahan strategi yang lebih agresif dalam menyerap hasil panen petani.

Penguatan penyerapan ini secara langsung berdampak pada peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Amran mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai 4,3 juta ton dan diproyeksikan melampaui 5 juta ton dalam waktu dekat. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai posisi cadangan pangan jauh lebih aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dari sisi stok, kondisinya saat ini merupakan yang tertinggi. Jika tren ini berlanjut, maka kebutuhan pangan nasional akan tetap terjaga meskipun memasuki musim kemarau,” ujar Amran.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut mengonfirmasi capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebutkan bahwa angka serapan 1,3 juta ton dalam tiga bulan pertama tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan