IKM Alas Kaki Dihadapkan pada Tantangan Global, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan

0
40
IKM Alas Kaki Dihadapkan pada Tantangan Global, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan
IKM Alas Kaki Dihadapkan pada Tantangan Global, Pemerintah Siapkan Strategi Penguatan (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan daya saing IKM Alas Kaki di berbagai daerah, seiring dengan tekanan ekonomi global dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), sejumlah program pembinaan digulirkan untuk memastikan pelaku IKM Alas Kaki mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, tantangan yang dihadapi sentra industri kecil dan menengah masih bersifat mendasar. Mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya manajemen usaha, hingga rendahnya inovasi produk menjadi persoalan yang kerap muncul. Di saat yang sama, derasnya arus produk impor serta perubahan tren konsumen menuntut pelaku IKM untuk bergerak lebih adaptif.

Menurut Agus, kondisi tersebut juga dirasakan oleh sentra IKM Alas Kaki yang tersebar di sejumlah wilayah. Tanpa penguatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan, sentra-sentra tersebut berpotensi tertinggal dalam persaingan yang semakin dinamis.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah sentra IKM Alas Kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor. Kawasan ini sempat dikunjungi Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita pada September 2025. Dari hasil dialog dengan para perajin, terungkap bahwa perubahan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap kinerja usaha, terutama dalam hal penurunan permintaan dan pergeseran preferensi pasar.

PT Mitra Mortar indonesia

Selain itu, persoalan regenerasi perajin juga mencuat. Reni menyebut, sebagian besar pelaku usaha di sentra tersebut masih didominasi generasi senior yang belum sepenuhnya menguasai pendekatan bisnis modern. Kondisi ini membuat keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting, terutama untuk menjawab tantangan digitalisasi dan inovasi produk.

Penguatan Kapasitas Jadi Kunci Daya Saing Sentra Alas Kaki

Di tengah tantangan tersebut, industri alas kaki nasional sebenarnya menunjukkan kinerja yang cukup menjanjikan. Data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemenperin mencatat, industri alas kaki bersama industri kulit tumbuh 8,31 persen secara tahunan pada triwulan II 2025. Pertumbuhan juga berlanjut secara kuartalan pada triwulan III 2025 sebesar 0,72 persen.

Dari sisi investasi, sektor alas kaki membukukan nilai lebih dari Rp18 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Kinerja ekspor pun memperlihatkan tren positif, dengan pertumbuhan mencapai 11,89 persen pada periode Januari hingga Agustus 2025. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu eksportir alas kaki terbesar dunia, berada di peringkat keenam global.

Reni Yanita menegaskan, kontribusi sentra IKM Alas Kaki memiliki peran signifikan dalam menopang capaian tersebut. Namun demikian, optimalisasi peran sentra masih memerlukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA menggandeng Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor untuk melaksanakan berbagai program pembinaan di sentra Ciomas.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan, sepanjang akhir 2025 telah dilaksanakan tiga kegiatan utama. Program tersebut meliputi peningkatan literasi digital, bimbingan teknis produksi, serta pendampingan usaha oleh mentor dari perguruan tinggi. Sebanyak 14 perajin perwakilan sentra ikut terlibat dalam program tersebut.

Menurut Budi, pembinaan ini diarahkan agar perajin semakin memahami strategi pemasaran digital, mampu mengikuti tren desain alas kaki terkini, serta memiliki kemampuan pengelolaan usaha yang lebih efisien. Dengan penguatan tersebut, sentra IKM Alas Kaki diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan