Kuota Masih Banyak! Batch 3 Magang Nasional Segera Dibuka pada Desember 2025

0
143
Kuota Masih Banyak! Batch 3 Magang Nasional Segera Dibuka pada Desember 2025
Kuota Masih Banyak! Batch 3 Magang Nasional Segera Dibuka pada Desember 2025 (Dok Foto, Sumber: ANTARA)
Pojok Bisnis

Tingginya minat lulusan perguruan tinggi terhadap program magang nasional mendorong Kementerian Ketenagakerjaan mempercepat persiapan untuk membuka Batch 3. Langkah ini diambil setelah proses seleksi Batch 2 dinyatakan rampung namun jumlah peserta yang lolos masih belum memenuhi keseluruhan target. Pemerintah menegaskan bahwa program magang nasional 2025 telah menyiapkan kuota bagi 100 ribu peserta, sehingga ruang pengisian formasi masih terbuka luas menjelang penutupan tahun. Melalui Batch 3, Kemnaker berharap target besar tersebut dapat tercapai sepenuhnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa alokasi anggaran sudah dipersiapkan untuk seluruh peserta yang tersebar dalam tiga gelombang. Dari total 100 ribu kuota, sekitar 62 ribu peserta sudah terakomodasi melalui Batch 2, sehingga pemerintah perlu segera membuka gelombang lanjutan.

“Anggarannya lengkap untuk 100 ribu peserta. Batch 2 menghasilkan sekitar 62 ribu peserta, artinya masih ada ruang yang harus segera kita isi lewat Batch 3,” ujar Yassierli di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa Batch 3 direncanakan dibuka melalui platform MagangHub pada 15 Desember 2025. Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah juga telah menerima pemberitahuan untuk mulai mengajukan formasi lowongan yang akan ditawarkan.

PT Mitra Mortar indonesia

“Pembukaan Batch 3 kita targetkan tanggal 15 Desember. Perusahaan pun sudah kita dorong mengajukan lowongan sejak awal agar prosesnya berjalan cepat,” lanjutnya.

Antusiasme Dunia Usaha Terhadap Program Magang Nasional Terus Meningkat

Hingga penutupan Batch 2, hampir 80 ribu lulusan kampus telah mengikuti program pemagangan pemerintah, terdiri atas sekitar 15 ribu peserta pada Batch 1 dan 62 ribu peserta pada Batch 2. Selama pelaksanaan enam bulan, peserta menerima uang saku setara upah minimum yang ditanggung pemerintah.

Dukungan dunia usaha dan lembaga pemerintah juga terus bertambah. Tercatat 4.669 perusahaan serta 47 kementerian dan lembaga terlibat, dengan lebih dari 2.500 unit kerja yang dijadikan lokasi pemagangan.

“Kami mengajak perusahaan yang belum ikut serta, termasuk yang formasinya belum terpenuhi pada Batch 2, agar kembali membuka kesempatan pada Batch 3,” kata Yassierli.

Program magang nasional menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjembatani lulusan kampus dengan kebutuhan industri, sekaligus mempersempit kesenjangan kompetensi tenaga kerja muda. Yassierli menambahkan bahwa pemerataan peserta menjadi fokus utama, sehingga peluang magang di berbagai daerah perlu dimanfaatkan oleh pencari pengalaman kerja, bukan hanya terpusat di kota-kota besar.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan