Top Mortar tkdn
Home Bisnis Produksi Beras Tanpa Impor Meningkat 4,1 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan

Produksi Beras Tanpa Impor Meningkat 4,1 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan

0
139
Produksi Beras Tanpa Impor Meningkat 4,1 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan
Produksi Beras Tanpa Impor Meningkat 4,1 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan (Foto Ilustrasi Beras)
Pojok bisnis

Program Produksi Beras Tanpa Impor yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan hasil konkret. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa produksi beras nasional pada 2025 diproyeksikan meningkat hingga 4,1 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hampir tercapai tanpa perlu mengandalkan impor.

“Perhitungannya kita buat moderat, dan sesuai arahan Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada dalam empat tahun. Sekarang tinggal satu bulan lagi, dan data BPS menunjukkan produksi beras meningkat signifikan hingga 4,1 juta ton — tertinggi sejak perubahan metodologi data,” ujar Amran di Jakarta, Sabtu (8/11).

Swasembada dan Stok Aman Jadi Bukti Ketahanan Pangan

Peningkatan produksi ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi pemerintah dalam mewujudkan Produksi Beras Tanpa Impor yang berkelanjutan. Menurut Amran, hasil tersebut merupakan bukti nyata dari penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani yang dilakukan Presiden Prabowo sejak awal masa jabatannya.

PT Mitra Mortar Indonesia

Berdasarkan proyeksi Bapanas, produksi padi setara beras di tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton — naik signifikan dari capaian tahun 2024 yang berada di kisaran 30 juta ton. Angka ini memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga bahkan tanpa tambahan pasokan impor.

“Kondisi stok dan produksi kita saat ini sangat ideal. Stok CBP diperkirakan menembus lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun. Ini rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir,” jelas Amran.

Dalam lima tahun terakhir, stok akhir tahun CBP hanya berkisar di bawah dua juta ton. Catatan Bapanas menunjukkan, pada 2021 stok CBP berada di angka 0,8 juta ton, kemudian turun ke 0,3 juta ton pada 2022, dan naik lagi menjadi 0,8 juta ton pada 2023. Baru pada 2024 stok meningkat signifikan menjadi 1,8 juta ton. Proyeksi tahun 2025 yang melampaui 3 juta ton menunjukkan lonjakan besar dalam manajemen cadangan beras nasional.

Produksi Beras Tanpa Impor Jadi Capaian Langka dalam 18 Tahun

Jika menilik data historis, capaian Produksi Beras Tanpa Impor di atas tiga juta ton stok akhir CBP belum pernah terjadi dalam 18 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2008 ketika Indonesia tidak melakukan impor, stok akhir hanya mencapai 1,1 juta ton. Tahun 2009 juga mencatat hasil tanpa impor, dengan stok akhir di angka 1,6 juta ton. Sementara pada periode 2019 hingga 2021 yang juga tanpa impor, stok CBP di akhir tahun masing-masing berada di 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.

Untuk tahun ini, per 7 November 2025, total stok beras pemerintah mencapai 3,923 juta ton — terdiri dari 3,743 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 180,1 ribu ton beras komersial. Dari jumlah tersebut, Bulog telah mengadakan 3,264 juta ton beras dalam negeri sepanjang tahun ini, termasuk 3,056 juta ton untuk CBP dan 208,4 ribu ton stok komersial.

Penyaluran CBP ke masyarakat juga terus dilakukan melalui berbagai program, di antaranya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, hingga bantuan untuk situasi darurat dan golongan ASN. Total penyaluran hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1 juta ton dan diperkirakan akan terus bertambah menjelang akhir tahun.

Amran memastikan, dengan kondisi produksi dan stok yang kuat, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi aman. “Harga beras mulai turun dalam dua bulan terakhir. Tapi kami akan terus melakukan operasi pasar hingga harga benar-benar stabil di semua wilayah,” tegasnya.

Top Mortar Semen Instan