Pupuk Kaltim Gunakan Motor Listrik untuk Operasional

(Dok: PKT)

Banjarmasin – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mulai menggunakan motor listrik untuk kegiatan operasional. Usaha ini guna mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan penggunaan motor listrik salah satu langkah awal pihaknya untuk mengurangi emisi bahan bakar dari kendaraan operasional perusahaan, di samping upaya lain seperti pembangunan pabrik soda ash, pengaktifan urea 1 hingga carbon circuits station.

Rahmad Pribadi bersama Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto dan juga Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky meluncurkan penggunaan motor listrik tersebut dengan tema “Smart, Clean and Green.”

Rahmad Pribadi mengatakan PKT telah menetapkan target bebas emisi karbon pada 2050, dengan pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada dekade pertama tahun 2030 dalam mendukung NZE 2060.

“Realisasi net zero carbon emission akan terus dikembangkan PKT, guna menekan penggunaan energi fosil di lingkup bisnis perusahaan. Secara bertahap, seluruh kendaraan operasional yang masih menggunakan energi fosil akan diganti,” ujar Rahmad.

Hal ini, kata dia, merupakan komitmen PKT terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam menciptakan pertumbuhan usaha, sekaligus membangun keseimbangan kinerja pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Rahmad mengatakan dengan masuknya PKT dalam Top 3 global rating ESG untuk kategori agriculture chemical berdasarkan penilaian Sustainalytics, menjadi tantangan bagi PKT untuk terus melakukan pengembangan bisnis dengan pengelolaan ESG yang semakin baik. “Untuk itu, kita wajib memastikan PKT terus memberikan manfaat tak hanya bagi karyawan tapi juga masyarakat sekitar dan bumi,” tambah Rahmad.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengapresiasi langkah PKT menekan penggunaan energi fosil dalam aktivitas perusahaan. Menurut Nugroho, hal ini menjadi tonggak awal dimulainya kontribusi perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup dalam mencapai target net zero carbon emission, yang sejalan dengan upaya dekarbonisasi yang dicanangkan Pupuk Indonesia.

“PKT sudah mengawali dengan pemasangan solar panel di lingkungan kantor, yang dikontribusikan untuk mendukung dekarbonisasi. Kita harus kembangkan dengan lebih baik lagi kedepannya,” kata Nugroho.

Dia mengatakan Pupuk Indonesia akan terus mendukung kesinambungan upaya PKT dalam menekan emisi karbon, yang diharap segera diikuti seluruh perusahaan yang ada di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

“Gagasan PKT ini menjadi awal bagi kita dalam mendukung dekarbonisasi di lingkungan Pupuk Indonesia Grup. Meski bukan hal mudah, tapi kita optimis mampu mencapai target tersebut di tahun 2030,” kata Nugroho.

Artikel SebelumnyaMenkes: Penguatan SDM Kesehatan untuk Hadapi Wabah
Artikel SelanjutnyaTujuh Gubernur Jawa Bali Siap Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional Tahap II