BI Perluas QRIS di Luar Negeri, Empat Negara Baru Jadi Sasaran Kerja Sama

0
4
BI Perluas QRIS di Luar Negeri, Empat Negara Baru Jadi Sasaran Kerja Sama
BI Perluas QRIS di Luar Negeri, Empat Negara Baru Jadi Sasaran Kerja Sama (Dok Foto: interactive.co.id)
Pojok Bisnis

Penggunaan qris di luar negeri terus diperluas oleh Bank Indonesia (BI) melalui pengembangan QRIS Cross Border. Setelah terkoneksi dengan enam negara, BI kini menjajaki kerja sama pembayaran digital dengan Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia sebagai bagian dari penguatan konektivitas pembayaran regional.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati mengatakan pembahasan dengan sejumlah negara tersebut masih berlangsung. Kerja sama ke depan tidak hanya berfokus pada QRIS, tetapi juga berpotensi mencakup konektivitas sistem pembayaran lain, termasuk BI-FAST.

“Regional payment connectivity semakin luas. Nantinya tidak hanya melalui QRIS, tetapi juga dengan BI-FAST di Indonesia,” ujar Fitria di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, penggunaan QRIS berkembang pesat sejak mulai diterapkan pada 2019. Pertumbuhan tersebut semakin kuat ketika pandemi COVID-19 mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital.

PT Mitra Mortar indonesia

Hingga saat ini, QRIS telah mencatat sekitar 15 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi. Jumlah merchant yang menggunakan layanan tersebut mencapai 45 juta unit usaha, mendekati target 47 juta merchant. Sementara jumlah pengguna telah mencapai 78 juta, melampaui sasaran awal sebanyak 70 juta pengguna.

Enam Negara Sudah Terhubung QRIS Cross Border

Untuk transaksi lintas negara, QRIS saat ini telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Konektivitas tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran di negara mitra dengan menggunakan sistem QRIS yang tersedia pada aplikasi pembayaran peserta.

Namun, perluasan qris di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh jumlah negara yang terhubung. BI juga mempertimbangkan kebiasaan dan preferensi masyarakat di setiap negara agar sistem pembayaran dapat digunakan secara praktis oleh konsumen maupun merchant.

Fitria mencontohkan, masyarakat Jepang dan Korea Selatan cenderung menggunakan metode ketika merchant memindai kode QR yang ditampilkan pengguna. Di sejumlah negara Eropa, metode pembayaran dengan menempelkan perangkat atau melakukan tap QR dinilai lebih umum.

Karena itu, BI turut mengembangkan variasi fitur pembayaran, termasuk Customer Presented Mode (CPM) atau QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), serta QRIS-Tap. Pengembangan fitur tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus memperluas penerimaan QRIS di berbagai negara.

Selain memperbanyak negara mitra, BI juga mendorong peningkatan kualitas dan cakupan merchant yang dapat menerima transaksi qris di luar negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem pembayaran digital dan memperluas manfaat konektivitas pembayaran bagi masyarakat serta pelaku usaha.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan