Ekonom Bank Mandiri Prediksi Perlambatan Pertumbuhan Penurunan Kredit

Dok: Bank Mandiri

Tercatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat menjadi 7,8% yoy pada Februari 2020, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari 2020 yang sebesar 6,1% yoy. Selain itu, angka pertumbuhan DPK ini juga lebih tinggi dibandingkan angka pertumbuhan kredit yang sebesar 5,9% yoy pada Februari 2020.

Hal ini menyebabkan likuiditas perbankan sedikit melonggar. Angka Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Februari 2020 turun menjadi 91,8% dari sebelumnya 92,6% pada Januari 2020.

Menurut sektor lapangan usaha, tiga sektor terbesar mengalami pertumbuhan yang relatif lamban dibandingkan pertumbuhan total kredit.

Sektor tersebut antara lain pertumbuhan kredit ke sektor perdagangan besar dan eceran (proporsi 18% terhadap total kredit) sebesar 1,6% yoy, turun dari 2,7% yoy pada bulan sebelumnya, sektor industri pengolahan (proporsi 16%) tumbuh 3,5% yoy. Sementara itu penyaluran kredit ke sektor pertanian (proporsi 7%) tumbuh 5,2% yoy.

Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan dan penurunan kualitas kredit. Data pada Februari 2020 belum mencerminkan sepenuhnya dampak negatif dari pandemi Covid-19.

Dampak negatif akan lebih terlihat pada bulan Maret dan April seiring dengan mulai signifikannya pengaruh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap aktifitas perekonomian.

Sementara itu, likuiditas perbankan diperkirakan akan cenderung melonggar seiring dengan kebijakan quantitative easing dari Bank Indonesia dan menurunnya permintaan kredit akibat memburuknya kondisi ekonomi.

 

 

Artikel SebelumnyaPortable Hand Washer, yang Asli dan Berkualitas Produksi Dissindo Pratama  
Artikel SelanjutnyaIni Syarat dan Ketentuan Terbang Lagi Pakai Lion Air Group

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.