Fesyen Muslim Makin Diminati Dunia, Industri Dalam Negeri Siap Bersaing

0
105
Fesyen Muslim Makin Diminati Dunia, Industri Dalam Negeri Siap Bersaing
Fesyen Muslim Makin Diminati Dunia, Industri Dalam Negeri Siap Bersaing (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan populasi Muslim dunia turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk Fesyen Muslim di pasar global. Tren busana yang identik dengan gaya modest fashion ini kini tidak lagi terbatas pada komunitas Muslim saja, melainkan juga mulai diminati berbagai kalangan lintas budaya. Perkembangan teknologi informasi serta media sosial turut mempercepat penyebaran tren Fesyen Muslim, sehingga industri ini semakin berkembang dan menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa konsumsi global terhadap produk Fesyen Muslim terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut tercermin dalam laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025 yang mencatat nilai konsumsi busana muslim dunia mencapai sekitar 327 miliar dolar AS pada tahun 2023. Angka tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga 433 miliar dolar AS pada tahun 2028.

Menurut Agus, perkembangan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam industri modest fashion dunia. Dengan kekayaan budaya, keragaman tekstil, serta kreativitas desainer lokal, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi produsen sekaligus pusat tren Fesyen Muslim di tingkat global.

Potensi tersebut juga tercermin dari kinerja ekspor Indonesia. Data menunjukkan nilai ekspor produk modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai sekitar 990 juta dolar AS. Nilai ini meningkat signifikan sebesar 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 540 juta dolar AS.

PT Mitra Mortar indonesia

Kenaikan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara eksportir terbesar produk fesyen ke pasar negara anggota OIC. Meski demikian, persaingan global masih cukup ketat karena pasar ekspor Fesyen Muslim saat ini masih didominasi oleh negara seperti China, Turki, dan India.

Industri Fesyen Muslim Nasional Berpeluang Jadi Pusat Tren Global

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri Fesyen Muslim baik sebagai pasar domestik maupun sebagai produsen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah industri kecil yang bergerak di sektor pakaian jadi pada tahun 2024 mencapai sekitar 594 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor fesyen, termasuk Fesyen Muslim, merupakan industri padat karya yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Reni menjelaskan bahwa modest fashion kini berkembang menjadi tren busana global yang semakin inklusif. Konsep berpakaian yang menekankan kesopanan dan kenyamanan ini tidak lagi dipandang sebagai simbol identitas agama semata, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang diminati berbagai kalangan.

Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk mengembangkan industri Fesyen Muslim karena didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta ketersediaan bahan tekstil berkualitas yang menjadi identitas nasional.

Bahkan dalam laporan State of Global Islamic Economy Report terbaru, Indonesia disebut menempati peringkat pertama dalam kategori ekosistem lokal yang mendukung pengembangan industri modest fashion.

Selain itu, pemerintah juga tengah memperkuat daya saing industri nasional melalui kebijakan sertifikasi halal. Mulai Oktober 2026, penerapan kewajiban sertifikasi halal untuk berbagai produk barang gunaan, termasuk produk fesyen, akan mulai diberlakukan secara lebih luas.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan