SPHP Jagung Resmi Jalan, Pemerintah Pastikan Stok Lokal Tanpa Impor

0
287
SPHP Jagung Resmi Jalan, Pemerintah Pastikan Stok Lokal Tanpa Impor
SPHP Jagung Resmi Jalan, Pemerintah Pastikan Stok Lokal Tanpa Impor (Dok Foto: Bapanas)
Pojok Bisnis

Pemerintah resmi memulai program SPHP Jagung atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung untuk mendukung peternak rakyat. Kebijakan ini ditetapkan melalui surat penugasan Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tertanggal 23 September 2025 dan menunjuk Perum Bulog sebagai pelaksana di lapangan.

Program SPHP Jagung tahun ini mengandalkan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 52.400 ton yang akan didistribusikan kepada peternak dengan harga Rp 5.500 per kilogram. Anggaran yang disiapkan NFA mencapai Rp 78,6 miliar, dengan perhitungan subsidi harga sebesar Rp 1.500 per kilogram.

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menyebut langkah ini menjadi kabar baik bagi peternak unggas, terutama mereka yang bergantung pada pakan jagung untuk produksi telur dan daging ayam. “Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah harus hadir mendukung produsen pangan dalam negeri. Mulai pekan ini, SPHP jagung pakan resmi berjalan dengan harga Rp 5.500 per kilogram untuk peternak rakyat,” ujarnya dalam peluncuran program di Kantor NFA, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Sasaran Peternak dan Distribusi Jagung

Penerima manfaat program SPHP Jagung tahun 2025 ditetapkan setelah verifikasi bersama antara NFA, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, serta Perum Bulog. Dari hasil seleksi tersebut, tercatat 2.109 peternak akan menerima pasokan jagung bersubsidi. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9046/KPTS/PK.240/F/09/2025.

PT Mitra Mortar indonesia

Dari total penerima, 192 merupakan peternak mikro, 1.693 peternak kecil, dan 224 peternak menengah. Mereka tersebar di 16 provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara.

Arief menekankan bahwa seluruh pasokan CJP tahun ini berasal dari produksi dalam negeri tanpa impor. Menurutnya, hal ini menjadi capaian penting yang menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan petani jagung dan kebutuhan peternak unggas.

“Jagung yang dipakai seluruhnya hasil produksi petani lokal, sama seperti beras. Jadi kita jaga keseimbangan agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan, sementara peternak tidak kesulitan membeli pakan,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa program ini tidak hanya sebatas menstabilkan harga, tetapi juga bertujuan meningkatkan daya saing peternak rakyat. “Peternak kecil tidak boleh selamanya berada di posisi itu. Pemerintah ingin mereka naik kelas, dan salah satunya melalui dukungan program SPHP Jagung,” tambah Arief.

Dampak ke Harga Telur dan Daging Ayam

Selain menjaga stabilitas harga pakan, penggelontoran SPHP Jagung diperkirakan memberi dampak positif terhadap harga produk unggas. Saat ini harga jagung di tingkat peternak sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional melalui Peraturan Nomor 6 Tahun 2024, yakni Rp 5.800 per kilogram.

Dengan intervensi pemerintah, diharapkan harga jagung bisa kembali terkendali sehingga turut menekan biaya produksi peternak unggas. Imbasnya, harga telur dan daging ayam yang dikonsumsi masyarakat juga bisa lebih stabil.

“Bulog menyalurkan jagung dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang, lalu peternak menerima dengan harga Rp 5.500. Skema ini diharapkan menjadi solusi agar seluruh rantai produksi, dari petani jagung hingga peternak ayam, sama-sama terjaga,” ungkap Arief.

Program SPHP Jagung pun dipandang sebagai upaya strategis pemerintah untuk menjamin keberlanjutan sektor pangan, memperkuat posisi peternak rakyat, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan