Gamescom 2025: Indonesia Boyong 9 Studio Game Lokal ke Panggung Dunia

0
237
Gamescom 2025: Indonesia Boyong 9 Studio Gim Lokal ke Panggung Dunia
Gamescom 2025: Indonesia Boyong 9 Studio Gim Lokal ke Panggung Dunia (Dok Foto: Kemenekraf)
Pojok Bisnis

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri ajang Gamescom 2025 di Cologne, Jerman. Partisipasi Indonesia pada pameran gim terbesar dunia ini disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional sekaligus membuka jalan menuju pasar global.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperkokoh fondasi industri gim Indonesia agar semakin berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi, Rabu (20/8).

Ekosistem Gim Nasional Kian Menguat

Teuku Riefky menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku industri menjadi kunci dalam memperluas pasar sekaligus menarik minat investor asing. Menurutnya, keterlibatan di Gamescom tidak hanya sekadar ajang promosi, melainkan juga pintu masuk untuk memperluas ekspor gim karya anak bangsa ke berbagai negara.

Saat ini, industri gim Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Kemenekraf, jumlah pemain gim aktif di dalam negeri telah menembus lebih dari 150 juta orang, mayoritas melalui platform mobile. Tak hanya itu, sektor ini juga berhasil menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja dengan nilai pasar mencapai Rp30 triliun atau sekitar 1,9 miliar dolar AS pada 2024.

PT Mitra Mortar indonesia

“Dengan capaian tersebut, Indonesia kini menjadi pasar gim terbesar di Asia Tenggara sekaligus menduduki peringkat ke-15 dunia,” jelas Teuku Riefky.

Perusahaan Gim Lokal Tampil di Panggung Dunia

Dalam ajang bergengsi ini, Indonesia diwakili oleh sembilan pengembang gim dan satu situs distribusi gim daring. Mereka adalah Agate, Busy Beaver, Digital Happiness, Gambir Studio, GU Studio, Kumagema Studio, Rizero Studio, Separuh Interactive, SLAB, serta Lapak Gaming sebagai platform web.

Kehadiran para pelaku industri ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan produk game buatan lokal ke khalayak internasional, tetapi juga memperluas peluang kerja sama bisnis dengan investor global.

Menteri Teuku Riefky menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen penuh mendukung penguatan ekosistem gim, baik melalui regulasi yang berpihak, fasilitasi promosi internasional, hingga mendorong terciptanya kebijakan berbasis data.

“Kami menunggu masukan dari para pelaku industri terkait hasil pertemuan bisnis di Gamescom. Rekomendasi itu akan menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif demi mendukung pertumbuhan sektor ini,” ungkapnya.

Selain menghadiri Gamescom, Menekraf juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengundang perusahaan gim asal Jerman agar berpartisipasi dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025. Acara ini akan digelar di Bali pada 9–11 Oktober mendatang.

Menurutnya, IGDX bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga forum strategis untuk mempertemukan pengembang gim lokal dengan investor dan penerbit internasional. “Kami ingin dunia melihat bahwa ekosistem gim Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” tegas Teuku Riefky.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan