Transformasi Industri Hijau, Mikro Alga hingga CCU Jadi Andalan Tekan Emisi

0
254
Transformasi Industri Hijau, Mikro Alga hingga CCU Jadi Andalan Tekan Emisi
Transformasi Industri Hijau, Mikro Alga hingga CCU Jadi Andalan Tekan Emisi (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Pemerintah terus memperkuat langkah dalam mendorong Transformasi Industri Hijau sebagai bagian dari komitmen menuju ekonomi berkelanjutan. Sejumlah strategi dijalankan, mulai dari efisiensi energi, peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan, hingga penerapan teknologi rendah karbon yang mampu menekan emisi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, untuk mengatasi emisi yang sulit ditekan sepenuhnya, pemerintah memerlukan terobosan tambahan melalui teknologi Carbon Capture Utilization (CCU). Teknologi ini mampu menangkap emisi karbon dari proses produksi dan memanfaatkannya menjadi produk bernilai ekonomi.

“Proyek percontohan CCU berbasis hidrometalurgi saat ini tengah berlangsung di PT Petrokimia Gresik. Teknologi ini diharapkan mampu menangkap hingga 65 persen emisi CO2 dari gas buang dan mengubahnya menjadi soda ash atau baking soda yang bisa dimanfaatkan industri sekaligus mengurangi ketergantungan impor,” ujar Agus dalam The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8).

Teknologi Hijau dengan Nilai Tambah Ekonomi

Selain mengandalkan CCU, Kementerian Perindustrian juga menyiapkan inovasi berbasis mikro alga sebagai salah satu solusi penyerapan karbon. Mikro alga mampu menyerap CO2 sekaligus menghasilkan biomassa, green hydrogen, hingga bahan baku kosmetik. “Mikro alga ini memiliki potensi besar. Dari hasil hilirisasi, kita bisa mendorong terciptanya produk dengan nilai tambah tinggi yang berkontribusi pada industri hijau nasional,” jelas Agus.

PT Mitra Mortar indonesia

Teknologi CCU yang dikembangkan UWin Resources Regeneration Inc., di bawah pimpinan Prof. Kenny Hsu, bahkan telah mengantongi paten internasional. Prototipe sistem tersebut diuji secara resmi oleh lembaga akreditasi TÜV Rheinland Taiwan dan terbukti mampu mengurangi emisi CO2 lebih dari 99 persen pada tahap laboratorium.

Atas capaian tersebut, Kemenperin bersama UWin Resources Regeneration Inc. dan PT Petrokimia Gresik menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 22 Januari 2025 di Jakarta. Kerja sama ini melahirkan pilot project berskala industri yang kini tengah berjalan di fasilitas produksi Petrokimia Gresik.

Dalam kurun waktu dua bulan ke depan, proyek ini ditargetkan menghasilkan data komprehensif terkait tingkat serapan karbon. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya selangkah lebih dekat pada target net zero emission 2050, tetapi juga memperkuat ekonomi sirkuler melalui pemanfaatan produk turunan soda ash dan baking soda yang selama ini masih banyak diimpor.

“Teknologi ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam Transformasi Industri Hijau, karena tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” tegas Kenny Hsu, Chief Scientist UWin Resources Regeneration Inc.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan