Upaya memperkuat Literasi Keuangan Bagi UMKM terus digenjot Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya melalui kegiatan Digital Financial Literacy yang berlangsung di Lasnur Convention Hall, Tegal, Kamis (7/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional GENCARKAN—Gerakan Nasional Cerdas Keuangan—yang menyasar pelaku UMKM sebagai garda terdepan ekonomi Indonesia.
Melalui program ini, OJK berkomitmen untuk memperluas akses serta memperdalam pemahaman pelaku usaha terhadap layanan dan instrumen keuangan, utamanya dalam aspek digital. Gencarnya Literasi Keuangan Bagi UMKM menjadi salah satu strategi kunci mendorong ketahanan ekonomi lokal dan nasional di tengah disrupsi teknologi serta maraknya kejahatan finansial digital.
Perlindungan Dimulai dari Pemahaman
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengingatkan pentingnya pemahaman keuangan digital sebagai langkah awal perlindungan diri. Menurutnya, edukasi menjadi tameng pertama bagi masyarakat menghadapi maraknya penipuan berbasis teknologi.
“OJK terus berupaya melindungi konsumen, tetapi perlindungan terbaik tetap berasal dari diri sendiri. Di era digital seperti sekarang, masyarakat harus mampu mengenali mana layanan keuangan yang legal dan mana yang abal-abal,” tegas Friderica.
Program GENCARKAN juga menjadi sarana OJK mendorong UMKM untuk lebih adaptif terhadap teknologi, mulai dari penggunaan e-wallet, pencatatan transaksi secara digital, hingga pemasaran lewat platform daring.
Peran UMKM dalam Ekonomi Nasional
Pelaku UMKM yang mencapai lebih dari 66 juta unit usaha memegang peranan penting dalam perekonomian. Mereka berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB Indonesia dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Sayangnya, kontribusi mereka terhadap ekspor masih di angka 15,7 persen.
Sepanjang 2025, GENCARKAN telah menjangkau 70 ribu lebih peserta melalui 1.167 kegiatan yang tersebar di 180 kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan upaya serius dalam menciptakan pemerataan pemahaman keuangan di berbagai wilayah, termasuk Tegal.
Bupati Tegal melalui Asisten II Ekonomi Pembangunan, Joko Kurnianto, menyampaikan apresiasi atas langkah OJK memfasilitasi UMKM dalam memahami literasi keuangan digital yang masih tergolong baru bagi banyak pelaku usaha.
Senada dengan itu, anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Tegal untuk bersama menjaga ekosistem keuangan digital tetap sehat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan literasi demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Hadir pula dalam kegiatan ini sejumlah pejabat seperti Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Tegal Noviyanto Utomo, serta Direktur Operations Bank Tabungan Negara I Nyoman Sugiri Yasa. Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.
Untuk menunjang edukasi, OJK juga menyediakan booth LMS Edukasi Keuangan (lmsku.ojk.go.id) dan PUJK guna membantu peserta mengenal lebih dalam produk-produk keuangan yang tersedia.





