Produk Dissindo Mendukung Sertifikasi TKDN

Dissindo

Memindahkan bahan baku maupun material dalam dunia industri adalah rutinitas yang selalu dilakukan dalam berbagai aktifitas. Bahan yang sering digunakan dalam proses produksi juga beragam, seperti cairan, bubuk, biji-bijian dan material padat lainnya.

Selain itu, beragam ukuran material yang digunakan juga beragam, mulai dari ukuran kecil hingga besar dengan beban ringan ataupun berat. Oleh karena itu, untuk mempercepat, efisien dan tepat dalam proses pekerjaan tersebut, maka diperlukan alat bantu handling yang tepat. Solusi dari proses tersebut adalah conveyor, dengan alat tersebut proses transfer material dari satu lokasi ke lokasi lain.

Dengan menggunakan conveyor, industri tersebut bisa menambah skala jumlah produksi dengan waktu yang lebih cepat, juga takaran bahan yang bisa disesuaikan. Selain memberikan dampak positif untuk kegiatan produksi, conveyor juga mengurangi biaya pengeluaran pabrik, karena mengurangi jumlah tenaga kerja yang signifikan.

PT Dissindo Pratama merupakan perusahaan terpercaya yang menghadirkan berbagai jenis conveyor, yaitu Belt Conveyor, Bucket Conveyor, dan Screw Conveyor. Selain itu, ada pula jenis flexible conveyor yakni Aero Mechanical Conveyor.

“Dari masing-masing jenis conveyor tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda,” tutur CEO PT Dissindo Pratama, Hartawan Sudihardjo.

Untuk lebih mengenal jenis conveyor dan tidak salah pilih dan proses produksi, berikut beberapa jenis conveyor dan flexible conveyor berkualitas sekelas produk impor karya PT Dissindo Pratama. Dengan demikian, tak perlu repot impor, jika perusahaan anda memerlukan conveyor dan flexible conveyor.

1. Belt Conveyor

Merupakan conveyor yang cocok untuk mentransfer material secara mendatar. Umumnya alat ini digunakan untuk industri pertambangan, metalurgi, dan batu bara. Belt Conveyor mampu mentransfer bahan baku pasir, material yang besar, dan material dalam kemasan.

Berdasarkan perbedaan barang yang akan ditransfer, sistem transfer ini dapat berdiri sendiri ataupun menjadi multi conveyor dengan digabungkan bersama alat transfer lainnya. Belt conveyor dapat dipasang secara horizontal atau tertidur untuk memenuhi kebutuhan transfer yang berbeda.

Karakteristik dan performance dari Belt Conveyor yaitu:

Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut maksimum sampai dengan 18 derajat.
Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan.
Kapasitas tinggi.
Serba guna.
Dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Kapasitas dapat diatur.
Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m.
Perawatan mudah.
Kelemahan-kelemahan dari Belt Conveyor:

Jaraknya telah tertentu.
Biaya relatif mahal.
Sudut inklinasi terbatas.

2. Bucket Conveyor

Bucket Conveyor merupakan jenis conveyor yang cocok untuk mentransfer material ke suatu tempat dengan kemiringan yang curam. Umumnya Bucket Conveyor terdiri dari timba-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak.

Bucket yang digunakan memiliki beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masing-masing. Bentuk-bentuk dari bucket pun beragama, di antaranya minneapolis type, buckets for wet or sticky materials, dan stamped steel bucket for crushed rock.

Karakteristik dan performance dari Bucket Conveyor:

Bucket terbuat dari baja/plastik.
Bucket digerakkan dengan rantai.
Biaya relatif murah.
Rangkaian sederhana.
Dapat digunakan untuk mengangkut bahan bentuk bongkahan.
Kecepatan sampai dengan 100 ft/m.
Kapasitas kecil 100 ton/jam.
Kelemahan Bucket Conveyor:

Ukuran partikel yang diangkut maksimum diameter 2-3 inchi.
Investasi mahal.

3. Screw Conveyor

Alat ini adalah yang paling cocok untuk mentransfer bahan baku padat, dan bubuk (powder). Screw Conveyor terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbu sehingga bentuknya menyerupai sekrup. Pisau-pisau berpilin itu disebut flight.

Karakterisktik dan Performance Screw Conveyor:

Memiliki beragam flight, di antaranya section flight, helicoid flight, dan special flight.
Special flight terbagi menjadi 3, yakni cast iron flight yang bisa digunakan pada suhu dan tingkat kerusakan yang tinggi; ribbon flight untuk bahan yang lengket; dan cut flight untuk mengaduk.
Mampu memindahkan salju ke impeller.
Kelemahan Screw Conveyor:

Terbatas jarak dan sudut.
Perlu ruang yang cukup.

4. Aero Mechanical Conveyor

Jetflow Conveyor adalah alat transfer material 100% buatan Indonesia yang lahir pada tahun 2008. Alat ini sangat cocok untuk berbagai jenis bahan industri seperti makanan, adukan semen, kimia, farmasi, dan lain-lain.

Jeflow memiliki mesin yang fleksibel, bentuknya bisa disesuaikan dengan kondisi pabrik. Selain itu, alat ini juga mampu bekerja dengan sangat cepat dan efisien. Uniknya, jika alat ini digunakan untuk mentransfer material yang berat, proses transfer akan semakin cepat.

Karakteristik dan Performance Aero Mechanical Conveyor:

Transfer bahan sangat cepat, sampai 20 ton/jam.
Perawatan, waktu, dan biaya rendah.
Konsumsi daya rendah.
Mudah dioperasikan.
Bentuknya sederhana.
Bebas debu.
Cocok untuk jenis bahan semen, bubuk, beras, gula, kacang, dan biji-bijan.
Kelemahan Aero Mechanical Conveyor:

Belum terlalu familiar di Indonesia
Dari sini tentu Anda sudah tahu apa saja jenis conveyor beserta keunggulan dan kelemahannya. Dan tentunya Anda juga tahu jenis conveyor seperti apa yang Anda perlukan. Apabila sudah tahu, maka Anda tak perlu bingung untuk mencari produsen conveyor tersebut, Anda cukup memesannya di PT Dissindo Pratama.

Selengkapnya dapat dilihat di sini atau kunjungi artikel tentang Dissindo di berempat.com

Artikel SebelumnyaAnak Pertama Ridwan Kamil Hilang di Sungai Swiss
Artikel SelanjutnyaMasyarakat Diharapkan Beradaptasi dengan Perubahan Pola Pelayanan KRL Jabodetabek